SMP Yasporbi I Menelusuri Sejarah Ekonomi Bangsa di Museum Bank Indonesia

Kegiatan Yasporbian Goes To Museum (YGTM) merupakan program baru yang diselenggarakan oleh SMP Yasporbi I. Meski terbilang baru, kegiatan ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh seluruh siswa yang terlibat. Selama kunjungan berlangsung, siswa mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan rasa ingin tahu.

YGTM merupakan bagian dari pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sekaligus penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila. Pada pelaksanaannya, siswa kelas VIII diajak menelusuri lorong waktu sejarah ekonomi Indonesia melalui kunjungan ke Museum Bank Indonesia. Pembelajaran ini dirancang agar siswa memperoleh pemahaman yang lebih kontekstual dan bermakna. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami perjalanan sejarah ekonomi bangsa, mulai dari masa pra-kolonial, era kejayaan rempah-rempah, hingga perkembangan sistem perbankan dan transformasi digital di masa kini. Siswa juga diajak merefleksikan bahwa uang bukan sekadar alat tukar, melainkan saksi perjuangan kedaulatan dan identitas sebuah negara.

Pelaksanaan YGTM berlangsung selama satu hari dengan durasi kegiatan yang lebih panjang dibandingkan jam belajar di sekolah. Selama kunjungan, siswa mengikuti berbagai aktivitas edukatif, antara lain pendampingan oleh pemandu museum untuk mengenal koleksi numismatik (mata uang), emas batangan, serta diorama sejarah ekonomi Indonesia. Selain itu, siswa melakukan eksplorasi aktif melalui LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) yang mendorong mereka melakukan pengamatan, mencatat informasi, serta menyusun ulasan kritis terhadap materi yang diperoleh. Interaksi positif juga tampak dari keaktifan siswa dalam bertanya dan berdiskusi dengan pemandu museum, menunjukkan rasa ingin tahu dan minat belajar yang tinggi.

Melalui kegiatan YGTM ini, SMP Yasporbi I berharap siswa tidak hanya memahami materi IPS secara teoritis, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan konteks nyata. Program ini menjadi langkah awal yang positif dalam menghadirkan pembelajaran bermakna, interaktif, dan relevan, sekaligus menumbuhkan sikap kritis, nasionalisme, dan karakter Pelajar Pancasila pada diri siswa.