Dari Kelas ke Desa: Yasporbians Belajar Makna Hidup di Cisaat

Belajar tidak selalu berlangsung di dalam kelas. Melalui program Yasporbians Goes to Village pada 3–5 Februari 2026 di Desa Cisaat, siswa kelas 9 SMP Yasporbi I Pancoran menjalani pembelajaran kontekstual yang menumbuhkan tanggung jawab, empati, kerja sama, dan ketangguhan melalui keterlibatan secara langsung dengan masyarakat.

Selama tiga hari, para siswa mengikuti rangkaian kegiatan yang menyatu dengan kehidupan desa. Diawali dengan observasi budidaya tanaman dan dialog bersama petani, yang membuka pemahaman bahwa setiap hasil lahir dari kesabaran dan ketekunan. Mereka kemudian mengenal budaya lokal sekaligus mengajar di sekolah desa, pengalaman yang memperluas wawasan sekaligus menumbuhkan empati dan tanggung jawab sosial. Dilanjutkan dengan jelajah alam yang melatih daya juang, kerja sama dan solidaritas saat mereka saling mendukung menghadapi tantangan. Seluruh kegiatan ditutup dengan pentas seni, anjangsana, dan liwetan bersama warga, momen sederhana yang menghadirkan kebersamaan hangat dan penuh makna.

Kehadiran para Yasporbians ternyata meninggalkan kesan manis bagi warga. Sekretaris Desa Cisaat, Aep Sutarya, mengapresiasi penuh kegiatan ini karena mampu menghadirkan energi positif. Menurutnya, interaksi ini merupakan proses belajar dua arah, ”Program seperti ini tidak hanya mendidik siswa, tetapi juga menyemangati masyarakat kami,” ungkapnya.

Salah satu siswa, Revaldo Delferado, membagikan kesannya. Ia mengaku tersentuh saat melihat petani merawat tanaman dengan sabar dan tekun. “Saya menyadari bahwa tidak ada hasil yang instan. Dari sana saya belajar tentang kerja keras dan pentingnya menghargai proses,” ujarnya. Pengalaman mengajar di sekolah desa juga menjadi momen paling berkesan baginya karena menumbuhkan rasa bangga sekaligus empati.

Dari Cisaat, para Yasporbians pulang dengan pemahaman yang lebih dalam bahwa pendidikan sejati tidak berhenti pada pencapaian akademik. Karakter tumbuh melalui pengalaman nyata dan interaksi sosial. Perjalanan ini menjadi langkah bermakna dalam membentuk generasi yang tangguh, peduli, dan berintegritas.