News Flash Education
Home Article PEMBELAJARAN BERBASIS PROJEK YANG MENYENANGKAN, BERMAKNA, & KONTEKSTUAL

PEMBELAJARAN BERBASIS PROJEK YANG MENYENANGKAN, BERMAKNA, & KONTEKSTUAL

August 21, 2021 0 comment

Pembelajaran Menyenangkan & Bermakna

Belajar adalah proses dimana individu melakukan perubahan dari tidak bisa/tidak paham menjadi individu yang memiliki pengetahuan dan memahami akan suatu hal. Namun, belajar tidak hanya saja tentang ilmu pengetahuan. Proses belajar meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

Lalu bagaimana proses belajar yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan bisa berjalan selaras dan efektif?

Seorang ahli psikologi, David Ausubel menyatakan bahwa pembelajaran akan lebih efektif bila pembelajaran tersebut bermakna bagi siswa. Pembelajaran bermakna yaitu mengaitkan teori-teori maupun informasi baru dengan situasi yang relevan dalam kehidupan siswa.

Proses belajar pun akan lebih efektif jika suasana belajar bisa mendukung siswa untuk mengembangkan kemampuannya. Tentunya, proses pembelajaran harus menyenangkan, sehingga siswa tidak merasa khawatir, segan, ataupun tidak percaya diri.

SD Yasporbi III, memiliki program unggulan berupa “Class Project” di mana, siswa diberikan kesempatan untuk mempraktikkan, mencoba, ataupun bereksperimen dengan teori ataun informasi-informasi yang sudah mereka dapat di kelas.

Class Project menekankan kepada proses siswa dalam mengaktifkan keterampilannya dan mempraktikkan ilmunya. Siswa dibimbing oleh para guru untuk melakukan suatu proyek. Penilaiannya bukan semata-mata pada keberhasilan akhir, namun penilaian fokus terhadap bagaimana siswa merencanakan, melakukan, dan merefleksikan hasil proyeknya.

Sekitar 2 bulan lalu, siswa-siswi kelas 6 SD Yasporbi III melakukan proyek berjualan. Proyek berjulan dipilih karena menyesuaikan tema pembelajaran yang kami lakukan di kelas yaitu “Wirausaha”.

Sungguh hal ini merupakan tantangan bagi siswa/i kelas 6 maupun guru-guru kelas 6 karena pelaksanaan proyek kali ini akan dilakukan dalam nuansa pembelajaran jarak jauh. Di mana semua proses bimbingan dan pelaksanaan dilakukan secara virtual/online.

Setelah sibuk dengan proses ujian kelulusan, akhirnya siswa bisa fokus melakukan proyek berjualan online. Tahapan awal yang dilakukan siswa adalah membuat perencanaan bersama dengan kelompok kecil yang sudah ditentukan guru.

Guru mempunyai beberapa hal yang dipertimbangkan dalam membagi siswa/i kelas 6 menjadi beberapa kelompok kecil. Salah satu hal yang menjadi bahan pertimbangan adalah minat dan kompetensi yang dimiliki siswa. Hal ini perlu diperhatikan agar saat proses pengerjaan proyek siswa bisa saling bersinergi.

Saat proses perencanaan, siswa/i kelas 6 banyak yang memberikan ide-ide kreatif mengenai proyek berjualan online. Mulai dari produk yang ingin dijual, proses pemasaran, hingga pengemasan dan pengiriman produk kepada konsumen. Siswa/i kelas 6 terlihat sangat antusias dengan proyek ini.

Pengalaman siswa/i kelas 6 tentang belanja secara online menjadi informasi berharga bagi mereka dalam mengerjakan proyek ini.

Pembelajaran jarak jauh rupanya tidak menjadi kendala yang perlu dikhawatirkan. Pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi adalah solusi bagi kami. Pengunaan media sosial (Instagram, TikTok WhatsApp, dan Telegram) sebagai sarana pemasaran dan pengenalan produk, hingga penggunaan jasa transportasi online sebagai media untuk mendistribusikan produk kepada konsumen.

Sosial media yang digunakan siswa untuk mempromosikan produk

Tidak hanya itu, siswa/i kelas 6 juga belajar memanfaatkan uang digital dalam proses transaksi jual-beli dengan konsumen. Mereka juga belajar mengaplikasikan perbankan dengan melakukan proses transfer uang ke bank. Dalam proses ini, mereka masih dibantu oleh orangtua karena mereka belum memiliki akun bank sendiri.

Siswa/i juga belajar bagaimana mencari keunggulan dari produk yang mereka pasarkan. Mereka belajar menggunakan bahasa-bahasa yang menarik agar konsumen bisa tertarik untuk mempelajari produk dan membelinya.

Bagaimana Proses Tahapan Pembuatan Proyek?

Pada proses pembelajaran proyek tidak saja fokus kepada hasil yang dicapai siswa, namun proses pengerjaan projek merupakan hal yang lebih penting.

Pada tahapan pertama pembuatan proyek, siswa bersama-sama dengan guru menentukan tema kegiatan proyek. Sehingga dipilihlah proyek berjualan online. Kami memulai proses proyek ini dari pertanyaan besar: “Bagaimana proses jual-beli yang paling efektif di masa pandemi Covid-19?”

Tahapan kedua, siswa melakukan riset mengenai hal-hal yang dibutuhkan dalam pembuatan proyek. Riset ini dilakukan melalui berbagai cara dari diskusi dengan guru, orangtua, orang yang lebih berpengalaman, hingga melakukan observasi dari beberapa toko online yang sudah ada. Tahapan ketiga, siswa secara berkelompok mendiskusikan time line kerja dan juga list kebutuhan untuk membuat toko online sederhana, seperti membuat nama took, membuat logo, merencanakan produk yang akan dijual, pembuatan media sosial, membuat media pemasaran (poster, video dan foto produk), menentukan akun yang digunakan untuk pembayaran, serta media pendistribusian produk.

Contoh rencana penjualan yang dibuat oleh siswa

Pada tahapan keempat, siswa melakukan simulasi pertama. siswa mulai memasarkan produknya dengan skema awal yang sudah mereka rencanakan. Di sini, guru dan orang tua membeli produk siswa dengan mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan siswa. Pada proses ini guru dan orangtua melakukan evaluasi tentang cara siswa melayani konsumen, prosedur pembayaran, kemasan produk, dan metode pembayarannya.

Tahapan kelima, guru dan siswa melakukan diskusi bersama, di mana guru atau orangtua memberikakn feedback mengenai kegiatan mereka berjualan online. Tidak hanya guru, siswa/i dari kelompok yang berbeda juga bisa memberikan saran. Dari evaluasi yang sudah dilakukan, siswa/i melakukan refleksi, mereka memperbaiki proyek berdasarkan feedback yang diberikan oleh teman sebaya, guru, ataupun orangtua.

Contoh E-Flyer yang dibuat siswa untu memasarkan produk

Tahapan keenam, merupakan tahapan akhir dari kegiatan class project ini. Siswa/i dianggap sudah layak untuk memasarkan produk mereka kepada publik.

Hal-hal ini memang tampak tak mungkin dilakukan oleh siswa/i kelas 6. Namun, semangat mereka untuk belajar menjadikan semua proses ini bisa silakukan dengan baik. Guru dan orangtua juga tidak kalah penting memegang peranan dalam proses kegiatan class project ini. Guru merupakan fasilitator yang membimbing dan menjaga budaya belajar mandiri kepada siswa. Sedangkan orangtua membantu mengawasi dan memberikan support kepada siswa jika mereka menemukan kesulitan saat menjalankan proyek ini di rumah.

Apa yang didapatkan siswa dari proses pengerjaan Class Project?

Melalui proses pengerjaan proyek ini, siswa diharapkan mampu menerapkan berbagai pengetahuan dan/atau teori-teori yang telah diajarkan di sekolah dengan cara yang lebih menyenangkan dan kontekstual.

Pada proses kegiatan class project ini, siswa juga belajar beberapa keterampilan hidup yang nantinya akan sangat bermanfaat untuk kehidupan mereka kelak. Keterampilan-keterampilan tersebut antara lain kemandirian belajar, kreatif dan inovatif, menyusun jadwal, berkolaborasi, pemecahan masalah, membuat keputusan, menghargai perbedaan, proaktif, bernegosiasi, serta berkomunikasi dengan orang lain.

Kegiatan-kegiatan belajar yang dilakukan oleh SD Yasporbi III diharapkan tidak hanya menyenangkan namun juga bisa memberikan kebermanfaatan bagi siswa/i kami. Sekolah memberikan ruang untuk siswa berkembang dan mengeksplorasi bakat dan minat mereka. (Penulis: Tim Sosial Media SD Yasporbi III)

You may also like

Leave a Comment