News Flash Education
Home Article BASKETBALL AND ME

BASKETBALL AND ME

November 28, 2021 0 comment

Jakarta, SMP Yasporbi I, Bermain basket di SMP Yasporbi I merupakan awal mulanya aku belajar basket. Pada tahun 2019 yang sudah berlalu atau lebih tepatnya waktu aku masih kelas 7 merupakan awal mulanya aku belajar basket. Waktu itu aku masih belum bisa apa apa mulai dari dribble, shooting, maupun passing. Sekarang, berkat latihan di sekolah, di rumah, dan di tempat latihan lainnya aku bisa melakukan hal-hal itu walaupun pastinya belum sempurna. Latihan di sekolah biasa dilakukan di lapangan BI yang berlokasi di depan sekolah dan biasa dilakukan di hari Selasa dan Kamis pukul 4  hingga 6 sore.

Di sekolah aku termasuk dalam tim inti bersama dengan 11 orang lainnya, jadi latihannya terpisah dan terkadang Latihan hingga pukul 7 malam. Latihan itu terus berlanjut dan ditambahkan sparring dengan SMP lainnya, dan waktu itu karena banyaknya latihan pada satu waktu aku sampai cedera yang menghambat aku bermain basket selama 3 bulan. Pada awal tahun 2020 ada pertandingan antarsekolah yang sayangnya aku tidak ikut karena cedera. Walaupun waktu itu kita kalah, itu menjadi motivasi untuk latihan lebih keras lagi, dan itu yang kita lakukan.

Tim Basket SMP Yasporbi I

Setelah beberapa bulan berlalu, pada bulan Maret 2020 diberitakan bahwa ada virus baru yang melanda, yang kita kenal dengan nama Covid 19 atau Virus Corona. Karena virus tersebut semua kegiatan diluar ditiadakan dan untuk sekolah, kita  melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Karena tidak dibolehkan untuk keluar dan lapangannya tutup, otomatis latihan basket sekolah ditiadakan. Selama 1 bulan lebih aku tidak latihan, mulai bosan karena di rumah belum ada lapangan waktu itu dan tidak ada teman yang dibolehkan untuk latihan bersama-sama.

Sampai akhirnya aku mendapat rezeki dan dibuatkan lapangan basket di halaman belakang rumah. Semangat bermain basketku kembali, latihan pun mulai lagi dan tak lama setelah itu beberapa teman dibolehkan ke rumah untuk latihan bersama. Dari waktu itu latihan di rumah dilakukan dari 2-3 seminggu dan seiring waktu bertambah menjadi 4-5 kali seminggu sampai sekarang ini. Dari waktu itu juga ada pelatih yang bersedia untuk melatih aku dirumah. Setelah beberapa bulan latihan dirumah akhirnya dibolehkan untuk keluar rumah tetapi dengan syarat melakukan prokes dari pemerintah. Setelah berdiskusi dengan keluarga dan pelatih akhirnya semua setuju kalau aku akan dimasukkan ke klub basket.

Latihan dirumah yang biasanya bisa sampai 4-5 kali seminggu hanya jadi 3 kali seminggu berhubung klub latihannya 2 kali bahkan bisa sampai 3 kali. Seiring waktu berjalan, banyak yang aku pelajari dari klub maupun dari latihan dirumah. Di klub bisa menambahkan pengalaman dan dirumah bisa berlatih keterampilan bermain basketku. Latihan klub maupun latihan dirumah yang aku lakukan itu masih berlanjut sampai sekarang dan pastinya aku akan semangat dan akan tetap semangat dalam melakukan basket ini. (Penulis: Teuku Ahmad Devanio, 9A)

You may also like

Leave a Comment