News Flash Education
Home Berita ASYIKNYA SISWA PRE-SCHOOL BELAJAR SAMBIL BERMAIN DI MASA PANDEMI

ASYIKNYA SISWA PRE-SCHOOL BELAJAR SAMBIL BERMAIN DI MASA PANDEMI

September 10, 2021 0 comment

Jakarta, TK Yasporbi II, Dibukanya tahun ajaran baru dimasa pandemi merupakan tantangan bagi guru, anak-anak, dan orang tua. Pembelajaran jarak jauh harus lagi dikukuhkan agar kegiatan tetap menyenangkan. Kegiatan yang mampu meningkatkan kreativitas, mengembangkan potensi dan melatih kemampuan anak dalam bersosialisasi meski di balik layar.

Seperti halnya di kelas Little EGG, kelas untuk usia pre-school (3-4 tahun) ini mengikuti berbagai aktivitas yang luar biasa. Anak-anak mengikuti kegiatan pada hari Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat, pukul 09.00 di Zoom.

Setiap kegiatan kami terdapat “circle time” dimana anak-anak dapat  berdiskusi topik mingguan, mendengar cerita, atau bahkan bernyanyi bersama. Hal ini penting untuk membangun semangat  dengan menyanyikan lagu “Good Morning Song“, tidak lupa pula lagu bertema heroik sebagai salah satu bentuk pengajaran rasa Nasionalisme pada anak.

Pada kegiatan inti anak-anak Little EGG beragam. Diusianya 3-4 tahun anak-anak mendapat stimulus yang berkaitan secara kognitif, bahasa serta mengasah kemampuan motorik kasar maupun motorik halus.

Salah satu kegiatan kognitif, anak-anak diajak memahami konsep angka melalui permainan. Lewat bermain pengenalan konsep menjadi lebih mudah diingat, seperti meminta anak mengambil dua buah mainan yang disuka, lalu mengenalkan bentuk angka, misalnya angka 2 = dua mobil-mobilan. Selain itu, terdapat kegiatan menyusun puzzle, menggabungkan benda-benda, dan juga lembar aktivitas agar anak-anak lebih memahami konsep pada kegiatan yang diberikan.

Anak-anak juga memiliki aktivitas pengenalan konsep bahasa dan huruf yang tidak kalah seru bermainnya. Pada rentan usia 3-4 tahun anak-anak masih dalam tahapan mengembangkan kosa kata. Mereka dilatih berbicara, mengungkapkan perasaan, menyapa teman, bertanya dan menjawab pertanyaan, mendengar cerita atau bahkan berlatih mengenal konsep huruf.

Pada kegiatan motorik kasar anak-anak melompat, melempar dan menangkap bola, melakukan keseimbangan dan kegiatan menari. Pada kegiatan menari mereka berlatih menggerakan tubuh dan mengkoordinasikan musik dengan gerakan tarian yang dicontohkan. Mereka sangat antusias.

Motorik halus diperkenalkan dengan  adanya kegiatan menggambar.  Kebiasaan anak saat memegang crayon, menggambar dan mewarnai merupakan stimulasi yang dapat memperkuat gerakan otot pada tangan anak. Selain menggambar dan mewarnai, anak-anak memiliki kegiatan lainnya agar mereka dapat terus berlatih pada motorik halus, seperti menempel, melipat, meremas, atau bahkan menggunting melalui kegiatan Creative Art.

Selama masa pandemi kegiatan secara penuh dilakukan secara daring, namun tidak menutup kemungkinan guru juga melakukan kunjungan ke rumah murid pada momen yang ditentukan. Hal tersebut bertujuan agar memantau secara langsung proses belajar dan berkembang anak selama belajar di rumah. Tentunya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan serta menjaga kondisi sebelum melakukan kunjungan. (Penulis: Tim Sosial Media TK Yasporbi II)

You may also like

Leave a Comment